Rabu, 23 Januari 2013

Geografi pertanian dan permasalahan pangan

PENGERTIAN GEOGRAFI PERTANIAN

A.    Pengertian geografi

-       Prof. Bintarto : Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di muka bumi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi baik yang fisikal maupun yang menyangkut mahkluk hidup beserta permasalahannya, melalui pendekatan keruangan, ekologikal dan regional untuk kepentingan program, proses dan keberhasilan pembangunan.
-       Claudius Ptolomeus : mempelajari hal, baik yang disebabkan oleh alam atau manusia dan mempelajari akibat yang disebabkan dari perbedaan yang terjadi itu.
-       Erastothenes : geografi berasal dari kata geographica yang berarti penulisan atau penggambaran mengenai bumi.
-       Ellsworth Hunthington: memandang manusia sebagai figur yang pasif sehingga hidupnya dipengaruhi oleh alam sekitarnya.
-       Menurut Erastothenes, geografi berasal dari kata geographica yang berarti penulisan atau penggambaran mengenai bumi.
-       Menurut Claudius Ptolomaeus, geografi adalah suatu penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi.
-       John Mackinder (1861-1947) seorang pakar geografi memberi definisi geografi sebagai satu kajian mengenai kaitan antara manusia dengan alam sekitarnya.
-       Ekblaw dan Mulkerne mengemukakan, bahwa geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari bumi dan kehidupannnya, mempengaruhi pandangan hidup kita, makanan yang kita konsumsi, pakaian yang kita gunakan, rumah yang kita huni dan tempat rekreasi yang kita nikmati.
-       Preston E. James mengemukakan geografi berkaitan dengan sistem keruangan, ruang yang menempati permukaan bumi. Geografi selalu berkaitan dengan hubungan timbal balik antara manusia dan habitatnya.
-       Menurut Ullman (1954), Geografi adalah interaksi antar ruang.
-       Maurice Le Lannou (1959)mengemukakan bahwa Objek study geografi adalah kelompok manusia dan organisasinya di muka bumi.
-       Paul Claval (1976) berpendapat bahwa Geografi selalu ingin menjelaskan gejala gejala dari segi hubungan keruangan.
-       Suatu definisi yang lain adalah hasil semlok (seminar dan lokakarya) di Semarang tahun 1988. Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan.
-       UNESCO (1956) mendifinasikan geografi sebagai: 1. satu agen sintesis; 2. satu kajian perhubungan ruang; 3. sains dalam penggunaan tanah.

B.     Pengertian pertanian
-       Dalam arti yang sempit pertanian adalah suatu kegiatan bercocok tanam.
Dalam arti yang luas pertanian adalah segala kegiatan manusia yang meliputi kegiatan bercocok tanam, perikanan, peternakan dan kehutanan. cocok tanam perikanan
-       Pertanian adalah proses menghasilkan bahan pangan, ternak, serta produk-produk agroindustri dengan cara memanfaatkan sumber daya tumbuhan dan hewan. Pemanfaatan sumber daya ini terutama berarti budi daya (bahasa Inggris: cultivation, atau untuk ternak: raising). Namun demikian, pada sejumlah kasus — yang sering dianggap bagian dari pertanian — dapat berarti ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan (bukan agroforestri).
Usaha pertanian memiliki dua ciri penting:
1.                  selalu melibatkan barang dalam volume besar
2.                  proses produksi memiliki risiko yang relatif tinggi.
Dua ciri khas ini muncul karena pertanian melibatkan makhluk hidup dalam satu atau beberapa tahapnya dan memerlukan ruang untuk kegiatan itu serta jangka waktu tertentu dalam proses produksi. Beberapa bentuk pertanian modern (misalnya budidaya alga, hidroponika) telah dapat mengurangkan ciri-ciri ini tetapi sebagian besar usaha pertanian dunia masih tetap demikian.
Sebagai kegiatan ekonomi, pertanian dapat dipandang sebagai suatu sistem yang dinamakan agribisnis. Dalam kerangka berpikir sistem ini, pengelolaan tempat usaha dan pemilihan bibit (varietas, galur, dan sebagainya) biasa diistilahkan sebagai aspek “hulu” dari pertanian, sementara distribusi, pengolahan, dan pemasaran dimasukkan dalam aspek “hilir”. Budidaya dan pengumpulan hasil merupakan bagian dari aspek proses produksi. Semua aspek ini penting dan bagaimana investasi diarahkan ke setiap aspek menjadi pertimbangan strategis.

C.    Pengertian geografi pertanian
            Salah satu kajian dalam geografi adalah geografi pertanian. Pengertian geografi pertanian di jelaskan oleh Singh dan Dhilon ( 1984 : 3 ), yaitu bahwa  geografi pertanian merupakan deskripsi tentang seni mengolah tanah dalam skala luas dengan memperhatikan kondisi lingkungan alam dan manusia. Sedangkan Ibery (1985) mengungkapkan bahwa geografi pertanian merupakan usaha untuk menjelaskan mengenai variasi aktivitas pertanian secara spasial pada suatu wilayah di permukaan bumi.
            Menurut  Sutanto ( April 2000 : 36 ) yang didasarkan pada pendapat Haggett, bahwa Geografi mengkaji terpolanya fenomena geosfer di dalam ruang pada saat tertentu. Pola tersebut terbentuk berdasarkan struktur spasial dan proses spasial. Pola tersebut terbentuk berdasarkan struktur spasial dan proses spasial. Sedangkan ruang (space) adalah luasan atau daerah di permukaan bumi.
            Geografi Pertanian mempelajari mengenai konsep dan lingkungan geografi pertanian, klasifikasi sistem pertanian, faktor produksi pertanian dan karakteristik sistem pertanian, studi perkembangan pertanian, pembangunan pertanian dan penelitian sistem pertanian.
Terdapat Beberapa definisi :
1.      Ahli geografi tidak memandang Geografi Pertanian sebagai satu bagian besar dalam geografi, tetapi mereka mengkelaskan Geografi Pertanian adalah sebagai bagian dari pada Geografi Ekonomi.
2.      Kebanyakan ahli geografi menerima Geografi Pertanian sebagai bagian dari pada Geografi Manusia.
3.      Geografi Pertanian adalah lebih sesuai dipanggil dengan geografi "pembiak-baik" manusia terhadap tanah (man's husbandary of lands), yaitu aktivitas memanfaatkan tanaman dan ternakan untuk kegunaan sendiri atau untuk faedah ekonomi.

                        Geografi pertanian yaitu Ilmu yang mengkaji kegiatan pertanian di berbagai belahan bumi sebagai hasil interaksi manusia dengan alam.
Hal yang dikaji dalam Geografi Pertanian yaitu:
a.         Kawasan pertanian
Kawasan pertanian yaitu lahan yang di gunakan manusia untuk usaha pertanian. Kawasan pertanian di muka bumi ini cenderung semakin sempit. Hal ini karena jumlah manusia di dunia ini semakin bertambah, serta kebutuhan hidupnya juga semakin bertambah.
b.         Deskripsi komoditas pertanian
Komoditas pertanian adalah segala jenis produk yang di hasilkan dari usaha pertanian yang di perjual belikan.
c.         Sistem pertanian selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan jaman. Perubahan yang terjadi dapat secara cepat (revolusi) maupun lambat (evolusi).Jaman dahulu manusia hanya dapat menggunakan tenaga ternak (sapi, kerbau) untuk membajak, namun sekarang manusia dapat memanfaatkan ilmu teknologi untuk membajak sawahnya yaitu dengan menggunakan traktor.
d.        Sumber daya alam sebagai produksi pertanian.
Produk-produk pertanian merupakan suatu sumber daya alam, lebih tepatnya lagi sumber daya alam yang dapat di perbaharui.
e.         Klasifikasi penggunaan lahan untuk pertanian
Penggunaan lahan pertanian di muka bumi ini secara umum dapat di klasifikasikan menjadi tiga, yaitu lahan pertanian subur, sedang serta gersang / tidak subur.
f.          Faktor determinan ( fisik dan non fisik) dalam pertanian
Pada masa dahulu, faktor determinan masih sangat kuat pengaruhnya dalam pertanian sehingga menyulitkan usaha manusia dalam halpertanian. Namun seiring dengan perkembangan jaman, manusia dapat menyiasati dengan berbagai hal
g.         Peningkatan produksi pertanian
Usaha manusia dalam rangka meningkatkan produksi pertaniannya merupakan hal yang menarik untuk di kaji dalam geografi sosial. Usaha-usaha yang dilakukan dalam peningkatan ini dapat secara tradisional maupun modern.
h.         Dampak pertanian
Dalam melakukan kegiatan pertanian, manusia tidak jarang melakukan tindakan yang dapat merusak lingkukngan tempat tinggalnya.
i.           Selain yang disebutkan di atas, geografi pertanian seharusnya juga mengkaji tentang : sistem pertanian, karakteristik usaha tani, klasifikasi usaha tani, budidaya pertanian, pertanian lahan kering, pertanian lahan basah, faktor kendala usaha tani, budidaya pertanian, pertanian di wilayah tropis dan non-tropis, kegiatan pertanian dan pembangunan, strategi pengembangan pertanian
Adapun objek atau tujuan geografi pertanian  menurut Singh dan Dhilon ( 1984 : 7 ) yaitu:
  1. Perbedaan macam-macam pertanian yang tersebar di muka bumi dan fungsinya dalam spasial
  2. Tipe-tipe pertanian yang dikembangkan di daerah tertentu, persamaan dan perbedaan dengan daerah lain.
  3. Menganalisa pelaksanaan sistem pertanian dan proses perubahannya
  4. Arah dan isi perubahan dalam pertanian.
5.      Batas wilayah-wilayah produksi hasil panen dan kombinasi hasil panen atau perusahaan pertanian
  1. Menghitung dan menguji tingkat perbedaan antara wilayah
  2. Identifikasi wilayah yang produktivitas pertaniannya lemah; dan
  3. Mengungkap wilayah pertanian yang stagnasi, transisi, dan dinamis.
     Dari konsep dalam geografi pertanian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa geografi pertanian mempelajari variasi aktivitas pertanian dengan memperhatikan keadaan manusia dan lingkungan alam. Variasi aktivitas pertanian di suatu wilayah tertentu. Geografi pertanian juga merupakan kajian mencakup perubahan, ide, gagasan, dan metode ilmu sosial kontemporer, ketika bergerak melampaui produksi berbasis pertanian untuk mengatasi masalah-masalah yang mempengaruhi produksi dan konsumsi makanan dan serat di seluruh dunia.
D.    Kedudukan geografi pertanian dalam ilmu geografi
Kedudukan geografi pertanian dalam geografi pertanian dalam geografi umumnya adalah sesungguhnya mempelajari geografi erat pula kaitannya dengan disiplin ilmu lain. Hubungan tersebut dapat dilihat pada gambar diatas yakni menunjukkan bahwa geografi pertanian mempunyai hubungan timbale-balik dengan ilmu-ilmu lain dalam ilmu geografi khususnya dalam kelompok aspek social geografi yang berada di bawah pada disiplin ilmu geografi ekonomi. Artinya antara geografi pertanian dengan disiplin ilmu lain saling mendukung dan melengkapi. Dalam pengertian yang dikemukakan oleh Ibery (1985) mengungkapkan bahwa geografi pertanian merupakan usaha untuk menjelaskan mengenai variasi aktivitas pertanian secara spasial pada suatu wilayah di permukaan bumi. Jadi, pertanian dilihat dari segi spasial dan social ekonominya. Geografi memandang pertanian sebagai bagian yang dapat dimanfaatkan dalam ekonomi dan melingkupi spasial serta social lingkungan sekitar.
Dari gambar diatas dapat dinyatakan bahwasanya geografi pertanian adalah bagian dari geografi ekonomi. Dimana geografi ekonomi tersebut merupakan bagian dari geografi manusia, sedangkan geografi manusia merupakan bagian dari geografi sistemik yang di dalamnya terdapat juga geografi fisik.

E.     Aplikasi geografi pertanian
 
Geografi pertanian mencakup banyak hal secara luas di bidang pertanian.  Tidak hanya alam, manusia dan tanaman saja, tetapi juga geografi pertanian ini mencakup perbedaan kawasan yang dapat digunakan sebagai lahan pertanian  yang berhubungan dengan kondisi sosial dan ekonominya.
Hal –hal yang berkaitan dalam geografi pertanian
Geografi pertanian merupakan gabungan dari kegiatan ekonomi dan sosial dan alam yang saling berkaitan dan berkesinambungan.  Perkembangan kegiatan pertanian yang dilakukan, meliputi:
  • Lahan pertanian
Kebutuhan akan lahan pertanian yang produktif semakin lama semakin meningkat.  Meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat menyebabkan perluasan lahan pertanian menjadi sangat penting. Geografi pertanian membahas bagaimana lahan pertanian agar tetap produktif dan tersedia.
Tetapi kini lahan pertanian yang produktif semakin sedikit.  Hal ini disebabkan berkurangnya lahan akibat perluasan lahan pemukiman penduduk.  Selain itu, banyak lahan pertanian menjadi kritis dan tidak dapat ditanami karena pemakaian lahan yang tidak seimbang/sehat.
Selain itu, geografi pertanian terhadap lahan pertanian ini juga meliputi penggunaan jenis lahan yang berbeda.  Penggunaan budidaya diatas lahan kering berbeda dengan lahan basah.  Hal ini berhubungan dengan jenis tanaman yang dapat ditanaman pada lahan-lahan tersebut.  Dampaknya adalah, hasil pertanian yang dihasilkan tergantung dari kondisi lahan yang digunakan.
  • Produksi tanaman
Memenuhi kebutuhan akan pangan dengan meningkatkan produksi pertanian. Proses budidaya yang dilakukan sampai proses ekonomi yaitu jual beli produk pertanian saling berkaitan dan berhubungan. Geografi pertanian mencakup dari mulai benih tanaman disebar sampai menjadi hasil yang siap dijual.
  • Konservasi sumber daya alam
Dalam penerapan geografi pertanian mencakup dalam menunjang proses konservasi sumber daya alam. Menjaga kelestarian sumber plasmanutfah yang penting dan berguna bagi manusia dan mencegah agar tidak terjadi kepunahan.
  • Penggunaan teknologi pertanian
Dalam geografi pertanian, penggunaan teknologi pertanian sangatlah penting.  Peningkatan jumlah produksi pertanian dapat ditingkatkan dengan adanya kemajuan teknologi pertanian ini.  Manusia mulai menciptakan peralatan dan mesin pertanian yang lebih maju dan efektif yang dapat mempercepat waktu panen dan pengolahan.
  • Dampak lingkungan
Kerusakan lingkungan dapat disebabkan dari eksploitasi berlebihan penggunaan lahan pertanian yang tidak seimbang.  Penggunaan pestisida yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi dari hama dan akan menyebabkan terjadinya wabah atau serangan terhadap lingkungan tersebut. Geografi pertanian membahas kerusakan lingkungan dengan menggunakan analisis mengenai dampak lingkungan atau AMDAL.
Geografi pertanian sebenarnya mencakup banyak hal yang saling berkaitan.  Tidak hanya manusia dan alam saja, nilai ekonomis dan sosialnya juga lebih diperhatikan.
F.      Ruang lingkup geografi pertanian
a.       Menurut Tarrant : Aspek Lingkungan Lingkungan fisis mempunyai peranan penting dan mengontrol dalam pembuatan keputusan dalam penggunaan lahan pertanian,aspek  Ekonomi, Faktor ekonomi merupakan aspek yang menentukan pilihan petani untuk kelangsungan usaha taninya,, aspek Sosial Lingkungan sosial budaya suatu masyarakat akan berperan dalam kegiatan pertanian.Pengkajian dalam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar